Hari ini, sabtu, 11 Januari 2017, hujan turun lagi. Dan di kala hujan deras dan nggrejih begini sejak pagi, suwung pun melanda. Tiba-tiba terbersit untuk install BlankOn yang telah lama saya tinggalkan.

Teringat, DVD/USB installer-nya sudah tak ada. Iso-nya pun terhapus. So, what’s next? Download iso BlankOn? Ide bagus, tapi sayang kuota tak mencukupi. Beli DVD/USB tak memungkinkan. Harus pesan dulu, sampai di tangan paling cepat besok senin, keburu sudah tidak kepengin installl lagi. Hahahaha….

Ya pakai debootstrap sajalah. Lagian belum pernah pakai debootstrap sebelumnya. debootstrap tersedia di SBo sehingga semakin memudahkan. Tapi biar lebih greget sekaligus hemat kuota install-nya varian yang minbase saja, paket super minimalis.

Terpikirkan 2 skenario install:

  1. Install minbase dari repo Debian, kemudian upgrade ke tambora.
  2. Install minbase dari repo BlankOn.

Sepertinya skenario nomor 1 sudah mainstream, jadi pakai nomor 2 biar greget. Skenario lengkapnya, varian yang diinstall minimal, arsitektur 64 bit (amd64), hanya komponen main, menggunakan script sendiri yang namanya tambora, diinstal ke partisi yang saya mount ke /media/hd1, ambil dari repo BlankOn.

Karena tidak ada script untuk BlankOn di debootstrap, bikin sendiri saja. BlankOn terbaru (Tambora) mengambil paket dari Debian Sid, maka untuk script-nya modifikasi saja dari sid. Copas dulu, beri nama tambora. Sebenarnya nama baru ini sih suka-suka, tapi biar lebih gampang dan sesuai tujuan, namai saja tambora.

cp /usr/share/debootstrap/scripts/sid /usr/share/debootstrap/scripts/tambora

Walaupun Tambora diturunkan dari Sid, tetap perlu penyesuaian script.

nano /usr/share/debootstrap/scripts/tambora

Baris 5 ganti debian menjadi blankon sehingga menjadi keyring /usr/share/keyrings/blankon-archive-keyring.gpg.

Next,

debootstrap --variant=minbase --arch=amd64 --components=main tambora /media/hd1 http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon/

O,o, setelah proses itu selesai, ternyata tidak ter-_install_ kernel, entah mengapa terjadi belum mencari penyebabnya. Kalau Tambora ini mau dijalankan pakai chroot dari Slackware maka misi telah selesai! Tapi kalau pengin bisa dijalankan secara mandiri, brarti mau tidak mau ya harus install kernal. Kernel yang ada di repo masih jadul ik tapi, 3.10. Biar ajalah.

chroot /media/hd1
apt install linux-image-3.10-3-amd64
exit

Selesai? Belum. Skema partisi hardisk saya GPT yang menggunakan EFI. Kabarnya, agar bisa di-_install_ dengan EFI harus pakai haftian. Ah, ini kan saya install bukan dari iso tapi debootstrap. Masih perlu pakai haftian? Dan bootloader yang saya gunakan bootloader bawaan Slackware yaitu elilo, sedangkan secara default BlankOn pakai grub. Jadi bagaimana?

Masukkan kernel dan initrd-nya ke partisi EFI.

cp /media/hd1/boot/vmlinuz-3.10-3-amd64 /boot/efi/EFI/Slackware/blankon
cp /media/hd1/boot/initrd.img-3.10-3-amd64 /boot/efi/EFI/Slackware/

dan jangan lupa edit elilo.conf-nya. tambahkan

image=blankon
	label=blankon
	initrd=initrd.img-3.10-3-amd64
	read-only
	append="root=/dev/sda8 vga=normal ro"

Partisi root yang saya gunakan untuk BlankOn Tambora adalah /dev/sda8.

Dan ketika di-_boot_, sukses! Alhamdulillah.

Berikut tampilannya saat eksekusi cat /etc/os-release dan uname -a

NB. Maaf, fotonya tidak terlalu jelas.