Post

Menggunakan terminal

Ketika mendengar kata terminal yang ada di benak adalah tempat khusus yang luas untuk pemberhentian bus yang memuat puluhan bus sekaligus, yang seringkali tidak hanya melayani 1 trayek jurusan. Terminal adalah titik pemberhentian. Tempat berhenti lama atau sejenak. Tempat berhenti untuk melanjutkan ke jurusan berikutnya atau sudah sampai di tujuan. Konsep ini kemudian ikut dibawa ke dunia komputer.

Komputer generasi awal terdiri dari banyak perangkat yang besar dan terpisah. Perangkat satu dan lainnya terhubung dengan kabel. Seiring waktu, ukuran dan jumlah perangkat fisik bisa diminimalkan. PC desktop ada yang masih mempunyai CPU, monitor, keyboard, mouse terpisah. Ada juga PC desktop yang sekaarang all in one yang menggabungkan CPU dan monitor. Tak lupa, laptop yang menggabungkan semua perangkat itu jadi 1.

Generasi 90-an dan seniornya, sangat mungkin masih menangi layar tancap. Ibaratnya, terminal adalah layarnya. Penonton bisa melihat filmnya karena muncul di layar. Lalu apa bedanya dengan monitor? Terminal hanya bisa menampilkan teks, sementara monitor bisa menampilkan gambar juga.

Konsep terminal pada komputer generasi awal ini masih bertahan sampai sekarang. Penerusnya disebut sebagai terminal emulator dengan berbagai macam namanya. Ada foot, xterm, uxterm, urxvt, konsole, gnome-terminal, mate-terminal, xfce-terminal, kitty, dll. Walau nama aslinya adalah terminal emulator, tapi biasanya cukup disebut sebagai terminal.

Lalu bagaimana menggunakannya? Terminal adalah pemberhentian. Pemberhentian dari kebuntuan, pemberhentian untuk memulai perjalanan, pemberhentian untuk rehat, transit, maupun pemberhentian yang mengakhiri penggunaannya. Intinya, tinggal buka terminal dan ketik saja.

This post is licensed under CC BY 4.0 by the author.